Jangan makan berlebihan

Ada sebuah riset terbaru tentang bagaimana sebaiknya kita menjaga makanan yang masuk ke tubuh kita. Saya baru saja membacanya di Kompas hari ini.
Riset terbaru ini dilakukan oleh para peneliti dari Catholic University of Sacred Heart, Roma, yang dipimpin  Giovambattista Pani, dan bekerja sama dengan sejumlah imuwan dari Institut of Human Physiology. Hasil riset dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences USA (PNAS).

Dalam risetnya, peneliti melakukan pengujian kepada tikus yang diberikan makanan rendah kalori. Pembatasan kalori ternyata memberikan efek positif terhadap otak dan dapat mengaktifkan molekul yang disebut CREB1. Molekul ini mempunyai peran penting terkait dengan usia dan fungsi otak.

Peneliti mengatakan, pada tikus yang diberi pembatasan asupan kalori cenderung tidak gemuk dan tidak mengalami sakit diabetes. Bahkan, tikus-tikus tersebut juga memiliki performa kognitif dan memori jauh lebih baik.

Temuan ini sejalan dengan riset sebelumnya yang menunjukkan bahwa obesitas dapat berpengaruh buruk bagi otak dan menyebabkan penuaan dini pada otak sehingga rentan terhadap penyakit, seperti alzheimer dan parkinson. Sebaliknya, pembatasan kalori akan membuat otak muda.

Dari riset ini, peneliti berkesimpulan bahwa aktivitas CREB1 dapat meningkat secara dramatis dengan hanya mengurangi asupan kalori. Dengan demikian, sangat penting untuk seseorang membatasi asupan kalori pada otak.

Sekali lagi, Islam adalah agama yang syamil dan Muhammad SAW adalah seorang Rasul dan sebaik-baik tauladan bagi kita. Rasulullah mencontohkan agar dalam hal makan kita jangan berlebih-lebihan. Makan apabila lapar dan berhenti sebelum kenyang. Hal ini sejalan dengan riset tadi bukan?

Makan dan minumlah, tapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf ayat 31)

Maha benar Allah dengan segala FirmanNYA ….

Bayi usia 10-12 Bulan

Setelah melewati 3 trisemester 0-3 bulan, 4-6 bulan dan 7-9 bulan sekarang si kecil kita akan segera memasuki tahun pertamanya.
Diusianya yang 10 bulan dia sudah rajin sekali melangkahkan kakinya sambil berpegangan pada apa saja sehingga penting sekali menjaga keamanan disekitarnya. Senang sekali dengan aktivitas duduk dan berdiri.
Saat 11 bulan dia sudah bisa berdiri sendiri selama 2 detik tanpa bantuan. Dia juga senang memanjat sehingga sekali lagi keamanan si kecil sangat penting.
Memasuki 12 bulan adalah tonggak bagi si kecil, dia telah siap untuk berjalan meski masih limbung. daat berjalan diusia ini merupakan puncak dari perkembangan motorik kasarnya.

Rangsangan yang perlu diberikan :
- Dudukkan bayi dilantai dan biarkan dia mencoba berdiri sendiri
- Pada saat dia merambat, beri mainan dan biarkan dia meraihnya sambil digeser-geser.
- Ajaklah si kecil berjalan ke luar rumah karena dia butuh ruang yang luas

Bayi usia 7-9 bulan

Alhamdulillah ..jika bayi kita udah menginjak usia ini, dia tentu kelihatan tambah lucu yang menggemaskan, kalo diusia sebelum 3 bulan dia masih terlihat seperti makhluk yang kecil dan lemah lalu secara berangsur melewati 4 bulan perkembangan bayi akan semakin pesat, lihat saja timbangan BB nya.

Nah..apalagi diusianya sekarang, tingkahnya udah semakin banyak.
Dia mulai bisa menggoyang dan meloncat-loncatkan kakinya.
Menginjak delapan bulan dia sudah bisa mulai merangkak, mengesot. Dia mulai senang mondar-mandir nih.. dan juga bisa duduk tanpa dipegang.
Lalu dia mulai berlatih berdiri, merambat karena itu jangan biarkan si kecil sendiri tanpa pengawasan.
Diusianya yang 9 bulan dia mulai belajar berjalan, jika kita memegang kedua tangannya maka dia akan mulai menapakkan kakinya untuk melangkah.

Rangsangan yang perlu diberikan :
- Pegang dan berdirikan bayi, biarkan dia meloncat-loncat
- Latih dia untuk duduk dengan bantuan kita
- Biarkan dia merangkak dengan bebas dan awasi apabila ada barang yang membahayakan si kecil
- Latih dia berjalan dengan dititah jangan letakkan di baby walker

 

 

Perkembangan Bayi 4-6 Bulan

Setelah kemarin (kemarin dulu, dulu sekali..he..) nulis tentang perkembangan bayi 0-3 bulan sekarang mau lanjutin. Ini catatanku hasil browsing sih dan sedikit pengalaman pribadi.

Diusianya 4 bulan bayi dah bisa tengkurap dan terlentang, menumpu badan dengan kakinya serta mampu mengangkat dada dengan bertumpu pada lengan.
Pada saat 5 bulan ototnya makin kuat dan gerakan bayi mulai bervariasi, dia sudah bisa berguling dan membalikan badan, menendang, mendorong dan menggeser kakinya.
Menginjak 6 bulan, bayi mulai belajar duduk, menjatuhkan mainan dan ketika mainannya ada yang memungutnya, ia pasti menjatuhkannya kembali. Kegiatan ini merupakan salah satu cara si kecil untuk mengekspresikan ruang.

Rangsangan yang perlu diberikan :

- Bila bayi pada posisi tengkurap balik posisinya menjadi terlentang atau sebaliknya.
- Diberdirikan (pegang ketiak bayi sehingga dia menumpu pada kakinya untuk berdiri)
- Pangku si kecil, sehingga kepalanya bersandar di tubuh kita, beri dia mainan berbunyi yang menarik, usahakan dia tertarik dan meraihnya. Saat dia berusaha menariknya, jauhkan mainan sedikit demi sedikit sehingga ia menggerakkan tubuhnya hingga tidak lagi bersandar.

 

 

Belajar dari Suku Syinqithy

Di Mauritania, terletak di pantai Atlantik, Afrika Barat, terdapat satu suku kecil bernama syinqithy. Suku ini memiliki budaya unik dan luar biasa yang tetap bertahan hingga kini.

Mereka membiasakan anak-anak kecil menghafal Al Qur’an, hadits, syair-syair dan ilmu agama. Tradisi ini menjadikan mereka terkenal sebagai peghafal Al Qur’an yang tak tertandingi. Kemampuan mereka tidak hanya sanggup menghafal Al Qur’an secara utuh dan sempurna, namun kitab-kitab lain yang lebih tebal dan rumit pun mereka hafalkan seperti kitab Al Muwaththa’ (kitab hadits imam Malik yang terdiri atas 1844 hadits) adalah kitab kedua yang mereka hafal setelah Al Qur’an.

Begitu besarnya perhatian meraka terhadap budaya menghafal, sehingga apabila ada seseorang yang tidak melakukannya mereka akan tersisih dari lingkungannya. Misal, seorang anak laki-laki yang berusia 12 tahun tetapi belum hafal Al Qur’an, ia akan dilarang keluar rumah karena hal ini merupakan aib bagi keluarganya dan dia pun akan malu bila bergaul dengan teman-temannya.

Budaya ini juga mereka bawa meskipun mereka tinggal jauh dari Afrika kampung halamannya.Di Madinah, di salah satu sudut masjid Nabawi mereka punya tempat tersendiri untuk berkumpul. Disana mereka mendengarkan hafalan,bertukar syair-syair ilmu, saling menasehati dan menyimak.

Sungguh tradisi yang luar biasa.
Kita sebagai orang tua nampaknya perlu mengidentifikasi warisan baik apa yang telah kita terima dari orangtua kita dan mulai memikirkan apa yang dapat kita wariskan bagi anak-anak kita

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.